Postingan

Kisah Pekerjaanku

Ini kisah diriku sebagai karyawati yang ditempatkan bagian Engineering di sebuah PT Karawang. Aku bersyukur 3 bulan setelah tamat SMK aku mendapatkan pekerjaan dengan kontrak 1 tahun.
Dari awal sampai saat ini aku belum benar benar merasakan kenyamanan dalam pekerjaanku. Banyak hal yang membuatku merasa tidak nyaman. Hal pertama yaitu atasanku. Mempunyai atasan yang suka memarahi bawahannya di depan banyak orang, menyalahi bawahannya, memberikan pekerjaan yang harusnya dia kerjakan, dan banyak lagi. Memiliki rasa percaya diri yang kurang membuatku selalu merasa tidak nyaman terhadapnya. Waktu masa training aku sudah berniat untuk tidak melanjutkan pekerjaan ini. Tapi karena kebutuhan yang selalu bertambah aku memutuskan untuk melanjutkan pekerjaanku hanya sampai 1 tahun dan sebelum 1 tahun aku berencana untuk melamar ke tempat lain. 
Sudah genap setahun dengan absensi yang bagus ternyata aku melanjutkan kontrakku. Semua tidak sesuai dengan rencanaku. Sebelum setahun memang aku belum m…

Rasa Bersalah

Hari ini aku merasa telah mengecewakan atasanku. Aku teledor dalam melakukan tanggungjawabku. Seolah sulit sekali aku memaafkan diriku. Aku merasa bersalah terhadapnya. Sering sekali aku merasakan hal seperti ini terhadap sesamaku. Tapi tiba-tiba aku teringat "ko aku jarang ya merasa bersalah pada Tuhan? Kan aku sering mengecewakan Tuhan" perasaan bersalah pada Tuhan hanya saat aku mengikuti ibadah saja atau hanya ucapan pengampunan dosa. Tidak sering langsung ku rasakan.
Dalam setiap kesalahan yang ku perbuat pada orang lain pasti aku selalu merasa bersalah saat itu juga. Bahkan aku terus kepikiran sama kejadian itu. Tapi kalau aku mengecewakan Tuhan perasaan bersalah tidak langsung muncul. Aku sadar betapa salahnya cara berpikirku. Aku tidak berpikir bahwa Tuhanlah yang terutama. Tuhanlah yang sangat peduli padaku tapi aku selalu bodo amat. Jujur saat ini aku kecewa sama diriku sendiri. Aku merasa saat ini sangat hancur. 
Tapi karna kejadian inilah Tuhan menegurku. Tuhan …

Dunia yang sesungguhnya

Semangatku untuk kembali menulis terinspirasi saat aku sedang mencuci dikamar mandi. Tiba-tiba saja muncul dipikiranku untuk menceritakan kehidupanku setelah lulus SMK.
Saat menjelang kelulusan SMK aku selalu merasa takut apa yang akan terjadi nanti. "Apakah aku akan langsung mendapatkan kerja? Apakah aku akan terus menganggur? Apa aku bisa melewati setiap tes kerja? Apakah setelah ini aku akan terus fokus bekerja dan tidak akan merasakan jadi anak kampus?" Itulah pertanyaan buruk yang selalu aku dapatkan dalam pikiranku.
Semenjak papa meninggalkan dunia ini dan mama hanya bekerja sebagai pedagang kecil, harapanku untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi rasanya sudah tidak ada lagi. Dulu aku mempunyai keinginan untuk kuliah di jurusan matematika. Tapi semenjak keluargaku mengalami krisis ekonomi yang aku pikirkan hanyalah bekerja untuk membantu keluargaku.
Aku juga sempat mengikuti SNMPTN dan hasilnya gagal karena aku tidak memiliki kesiapan, yang aku pikirkan hanyalah be…

Feel Worthlessness (Merasa Tidak Berharga)

Banyak manusia yang merasa dirinya tidak berharga / tidak berguna dan saya lah salah satunya. Saya sering sekali merasakan hal ini. Saya memiliki banyak kekurangan yang selalu membuat saya merasa tidak berguna. Saya sering mengalami penolakan dan dipandang rendah. Hal tersebut membuat saya mengalami beban yang sangat berat. Pikiran negatif, mental korban, hati yang penuh kedengkian ada dalam diri saya. Akibatnya saya jadi pribadi yang benci diri saya sendiri. Saya mudah menyalahkan diri saya. Bahkan saya pernah menginginkan suatu penyakit muncul dalam diri saya agar saya bisa mendapatkan perhatian dari banyak orang. Mental korban yang ada dalam diri saya membuat saya mudah marah terhadap adik-adik saya. Saya merasa menjadi zombie yang memakan korban.
Ada satu hal yang membuat saya mulai menulis ini yaitu sebuah video di youtube. Sederhananya video tersebut menceritakan seorang manusia yang menciptakan berbagai macam kayu yang berbeda-beda. Kayu-kayu tersebut hidup seperti layaknya ma…

His loves me

Awal aku merasakan pengurapan-Nya saat dimana aku beribadah di suatu gereja karismatik yang diajak oleh temanku. Pertama kali saat itu aku mengikuti tata ibadah yang sangat berbeda dari gereja tetapku. Aku marasa nyaman dengan suasana ibadah disana. Menyembah & memuji Tuhan dengan mengangkat tangan, bertepuk tangan, dan melompat. Disana aku mendapatkan pengurapan dan pertama kali aku merasakan hadirat Tuhan dalam hidupku. Aku mengakui kesalahan-kesalahan yang ku perbuat, aku merasa saat itu Tuhan memelukku, dan aku juga merasa Tuhan begitu sayang padaku. Aku begitu berharga dimata-Nya. Tuhan sudah lama menantikan anak-anakNya untuk kembali pada-Nya.
Pertobatan yang ku alami saat itu hanya bertahan sebentar saja. Aku kembali jatuh ke dalam dosa. Aku dikenal sebagai pribadi yang pendiam, pemalu, penakut, lemah lembut dan jarang marah di depan teman-temanku. Tapi kenyataannya saat aku berada di rumah, aku sangat berbeda dari apa yang mereka lihat. Di rumah aku pribadi yang mudah marah…

Math

Tulisan pertama di blog saya yaitu tentang kisah dari kehidupan saya
Kisah ini tentang masa lalu saya yang awalnya biasa saja dengan matematika hingga menjadi suka dengan matematika.
Awal mula saya menyukai matematika itu karena Alm. papa saya. Saat saya masih SD kelas 3, saya pernah mendapatkan nilai ulangan harian MTK 30 atau mungkin lebih kecil dan guru saya menyuruh anak muridnya agar kertas ulangan harian tersebut ditanda tangani oleh orang tua masing-masing. Saya berpikir untuk meniru tanda tangan orangtua saya tapi sayangnya saya tidak punya tanda tangan mereka yang untuk saya tiru. Akhirnya saya pasrah dan langsung minta tanda tangan papa saya dan kalian tau apa yang terjadi saat itu? Saya diomelin habis-habisan.
Mulai dari kejadian tersebut papa saya mengajari matematika setiap malam kepada saya. Padahal materi yang diajarkannya bukanlah materi matematika yang saya pelajari di sekolah. Tapi mau bagaimana lagi, saya tidak bisa menolak ajaran papa saya karna takut di omelin.
Dialah…